Dapur Srikandi

Salam sehat, sahabat-sahabat Dapur Srikandi.

Pada kesempatan menyapa kali ini, perkenankan kami kembali mengucapkan Selamat Tahun Baru 2017. Semoga tahun ini menjadi tahun yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Semoga tahun ini kita dapat berkomitmen untuk menjaga tubuh kita, satu-satunya kendaraan nyawa kita, dengan memberikan apa yang tubuh kita butuhkan, bukan apa yang hanya kita inginkan. Karena apa yang kita inginkan, belum tentu baik untuk tubuh kita. Dan sebaliknya, apa yang kita tidak inginkan, bisa jadi itulah yang sesungguhnya dibutuhkan oleh tubuh kita.

Bila sahabat-sahabat Dapur Srikandi perhatikan, kami sudah lama tidak memposting menu-menu Diet Mayo yang selama ini menghiasi timeline media sosial kami. Ya, karena saat ini kami sedang menemukan sebuah metode yang lebih menarik dan ampuh untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan dibandingkan Diet Mayo, yaitu pola hidup KETOFASTOSIS.

Sebelum kami melanjutkan, silakan lho bila teman-teman ingin mencari info lebih lengkap seputar KETOFASTOSIS yang merupakan gabungan dari  KETOGENIK dan FASTOSIS lewat aneka mesin pencari internet yang tersedia.

Secara umum yang kami pahami, KETOGENIK adalah pola hidup konsumsi TINGGI LEMAK, SEDANG PROTEIN dan RENDAH GULA/KARBO. Sedangkan FASTOSIS adalah berpuasa makan sampai pukul 12 siang setiap harinya. Ya, dua pola hidup ini yang sedang kami jalani dan sungguh kami dan sebagian orang-orang di sekitar kami yang menjalaninya mendapatkan manfaat yang luar biasa dari pola hidup ini. Bayangkan, bila bisa turun 5-10 kg dalam waktu 1 bulan dan tidak balik naik lagi, bukankah itu luar biasa? :D

Mengapa kami meninggalkan metode Diet Mayo? Karena berdasarkan pengalaman, teman-teman yang menjalani Diet Mayo selama 13 hari, setelah berat badan berkurang antara 4-5 kg, cenderung ‘balik modal’ karena pola makan yang makin lama kembali ke pola makan biasa. Sedangkan dalam KETOFASTOSIS, karena ini adalah pola makan yang dijalankan seumur hidup, maka berat badan kita akan tetap bertahan di kondisi idealnya selama kita terus konsisten menjalaninya.

Maka kepada sahabat-sahabat Dapur Srikandi yang terkasih, mulai hari ini dan seterusnya, kami akan berbagi hal-hal seputar pola hidup KETOFASTOSIS yang kami jalani seperti resep-resep pola makan KETOGENIK, testimoni sahabat-sahabat Dapur Srikandi yang menjalaninya, maupun hal-hal menarik terkait kesehatan yang dapat menginspirasi sahabat-sahabat semua.

Jadi, mari kita menjaga tubuh kita dengan sebaik-baiknya. Karena sehat adalah modal dan aset utama agar kita dapat berkarya berbuat kebaikan demi orang-orang yang kita sayangi.

Feel free bila ingin bertanya-tanya seputar KETOFASTOSIS yang kami jalani melalui inbox via email, fanpage maupun WA di 087-8888-524-74.

Semoga selalu sehat ya. Salam sehat :)

Saat mendengar kata ‘Diet Mayo’, bagi sebagian orang mungkin berpikir bahwa program diet tersebut ada kaitannya dengan mengonsumsi sejumlah mayonais selama beberapa hari sampai target penurunan berat badan tercapai. Nyatanya tidak demikian. Tren Diet Mayo yang beredar di masyarakat dikabarkan mengadopsi komposisi makanan sehat yang dikeluarkan oleh Mayo Clinic, USA. Demikianlah di Indonesia. Diet Mayo dikenal sebagai diet yang dijalani selama 13 hari dengan pantangan makanan yang mengandung garam, nasi dan air es.



Berdasarkan pengalaman, Diet Mayo ini dapat menurunkan berat badan antara 3-8 kilogram, terpulang dengan aktivitas fisik yang menyertai. Bila disertai dengan olahraga teratur, akan mengurangi risiko terjadinya kram akibat penyesuaian tubuh terhadap makanan yang tidak bergaram.

Kram tubuh yang terjadi bisa disebabkan kondisi tubuh yang dehidrasi selama menjalani diet. Minum air putih lebih dari 2 liter sehari sangat dianjurkan untuk menghindari dehidrasi. Bila kram tubuh dirasakan cukup sering dan mengganggu, dapat diatasi dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin B kompleks.

Berdasarkan pengalaman juga selama menjalani Program Diet Mayo, BAB akan terasa tidak terlalu lancar. Hal itu disebabkan seluruh nutrisi dalam makanan terserap dengan baik oleh tubuh.

Kesungguhan di dalam menjalani Diet Mayo ini sangat diharapkan. Karena bila melanggar pantangan dalam 13 hari, harus mengulang lagi dari awal.

Program Diet Mayo ini bisa dijalani satu hingga dua kali dalam setahun.

Tujuan dari Diet Mayo ala Dapur Srikandi ini bukanlah menurunkan berat badan semata, melainkan memberikan sebuah momen bagi tubuh untuk dapat terbiasa mengonsumsi makanan rendah garam. Karena kadar garam yang berlebihan di dalam tubuhlah yang mengikat lemak.

Berminat mengikuti program Diet Mayo ala Dapur Srikandi. Silakan membaca syarat dan ketentuannya di sini.