Dapur Srikandi

Showing posts with label ketofastosis. Show all posts
Showing posts with label ketofastosis. Show all posts

Dengan bahan dasar daging dan lemak sapi, diolah dengan rempah istimewa, membuat Sate Lilit ala Dapur Srikandi menjadi hidangan praktis dan spesial yang dapat Anda nikmati sekeluarga. 

Cocok bagi Anda yang sedang menjalani pola hidup Ketogenik. 

Untuk pemesanan, silakan hubungi Nur via WA 087-8888-524-74

Selamat menikmati :D




Dengan bahan dasar daging dan lemak sapi, diolah dengan rempah istimewa, membuat Sate Lilit ala Dapur Srikandi menjadi hidangan praktis dan spesial yang dapat Anda nikmati sekeluarga. 

Cocok bagi Anda yang sedang menjalani pola hidup Ketogenik. 

Untuk pemesanan, silakan hubungi Nur via WA 087-8888-524-74

Selamat menikmati :D



Inspirasi penyajian: 




Bersama founder Ketofastosis, Mas Tyo
Hari ini, saya berterima kasih kepada suhu Nur Agus Prasetyo atau Mas Tyo atas sharing luar biasanya di acara Seminar Ketofastosis yang diadakan di Viky Sianipar Music Center, Manggarai, Jakarta. Tidak bisa dipungkiri bahwa rangkaian acara seminar yang berfokus kepada mengenali karakter sel kanker dan mengapa pola hidup ketofastosis bisa membantu para pengidap kanker lebih survive yang dihadiri lebih dari 200 peserta ini betul2 memberikan saya begitu banyak informasi terkait kesehatan yang sangat berharga.

Bila kita ingin mengatasi sebuah persoalan, tentu kita perlu mengenali apa yang menjadi penyebab dari persoalan tersebut. Setelah mengetahui asal-muasal penyebabnya, di sanalah kita dapat mengetahui solusinya. 

Hal itulah yang dibuka habis2an oleh Mas Tyo di seminar kali ini. Bagi yang tidak terbiasa mendengar istilah2 biomolekular (termasuk saya… 😅), akan sedikit sulit membayangkan alur yang terjadi di dalam metabolisme sel sehat maupun sel kanker di dalam tubuh. Namun seiring berjalannya waktu, ketika Mas Tyo mulai menyederhanakan bahasanya dengan yang lebih bisa dipahami umum (saya maksudnya… 😁), akhirnya saya mendapatkan sebuah kesimpulan yang semakin menguatkan apa yang telah saya pahami sebelumnya. 

Bahwa pada intinya, sel kanker hanya dapat tumbuh di dalam suasana sel yang cenderung asam (acid) akibat proses metabolisme anaerob yang terjadi terus-menerus dan tak terkendali. Dan bahan bakar dari semua jenis kanker adalah GULA. Ya, GULA yang diperoleh dari apa yang kita makan sehari-hari, terutama KARBOHIDRAT. 

Maka bila Anda memiliki kerabat yang sedang mencari solusi untuk dapat membantu bertahan hidup dari sel kanker atau tumor yang mulai tumbuh di dalam dirinya, pola hidup KETOFASTOSIS dapat menjadi salah satu pilihan di antara berbagai pilihan yang lainnya seperti biopsi, radiasi, kemoterapi, dan lain sebagainya. 

Hal itu diperkuat dengan testimoni2 yang disampaikan oleh beberapa narasumber yang dihadirkan oleh panitia sebelum Mas Tyo naik ke atas panggung. Seperti Ibu Tina dengan kanker payudaranya, Mas Jaya dengan kanker di bawah perut yang kemudian bermetastasis ke sekitar ginjal dan telah menjalani 53 kali kemoterapi, Mas Andrew dengan kanker di lubang hidung kanan, lalu Pak Sahat yang divonis mengalami kanker pita suara dan hanya dapat dikemo satu kali saja. 

Para pejuang kanker yang terbantu dengan pola hidup Ketofastosis
Keempat narasumber itu berkesaksian bahwa mereka mendapatkan hasil yang menggembirakan setelah memilih menjalani pola hidup ketofastosis. Sel kanker yang ada di dalam tubuh mereka memang masih ada, namun kondisi yang terbentuk setelah menjalani ketofastosis membuat mereka dapat beraktivitas sebagaimana biasa, sel-sel kankernya mengecil dan mereka mengalami kepulihan secara fisik dan mental dari kanker yang mereka alami.  

Di ujung pemaparannya, Mas Tyo menarik kesimpulan bahwa dalam membantu penderita kanker, ada tiga hal yang perlu dilakukan:
1. Puasa: untuk mengurangi kadar gula di dalam tubuh
2. Pembatasan asupan kalori dari gula dan karbohidrat
3. Olahraga, khususnya yang membentuk massa otot agar membentuk suasana kompetisi menggunakan glukosa di dalam tubuh, karena cara sel otot membelah memiliki karakter yang sama dengan cara sel kanker membelah 

Hadir bersama kakak dan sepupu di acara ini, membuat kami kembali mengenang salah satu tante kami yang meninggal karena kanker payudara beberapa tahun yang lalu. Andai informasi mengenai pola hidup Ketofastosis dan Kangen Water sudah kami miliki pada saat itu, mungkin saat ini suasananya akan berbeda. 

Yap, masa lalu biarlah menjadi kenangan dan pengalaman. Dan sungguh kami bersyukur bahwa informasi kesehatan seputar karakter sel kanker dan cara mengatasinya sudah kami miliki pada hari ini, melengkapi berbagai informasi yang kami miliki sebelumnya. Semoga dapat membantu menjaga tubuh ini sebagai kendaraan jiwa dan sarana bagi kita untuk berkarya dan bermanfaat bagi sesama. Aamiin. 

Ingin berbincang2 lebih jauh seputar kaitan sel kanker dan bagaimana pola hidup ketofastosis bisa membantu, silakan japri kami via email atau inbox di Fanpage ya. Kita bisa mengatur jadwal untuk janji temu. Karena semakin banyak yang mendapatkan informasi ini, semoga semakin banyak pula yang dapat meningkatkan kualitas kesehatannya bahkan terselamatkan jiwanya. 

Sharing is caring. Sekali lagi terima kasih, Mas Tyo dan para Ketowarrior yang telah mengadakan seminar hari ini. You are amazing 😃🙏👍

Menu makan siang: 'nasi' shirataki goreng, sate kikil
dan sambal terasi

Snack sore: siomay dan potongan keju



SaveSave
Menjalani pola hidup ketogenik, membuat kami sering membuat kaldu ayam yang bisa kami konsumsi kapan saja dan bisa disimpan di dalam freezer dalam beberapa wadah tertutup dan tahan untuk beberapa minggu. 

Dan kaldu ayam sangat cocok untuk diminum pada kondisi cuaca yang sering sekali hujan seperti saat ini. Apalagi ketika kita sedang mengalami yang namanya flu, cocok sekali untuk menghangatkan, menyehatkan serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Ada empat jenis kaldu yang populer: kaldu ayam, kaldu ikan, kaldu sapi dan kaldu sayuran yang bisa dipakai untuk aneka masakan supaya rasanya menjadi lebih gurih, nikmat dan juga memperkuat citarasanya. 

Untuk membuat kaldu ayam, kami membeli tulang-tulangan ayam di pasar. Lalu saya memasukkan tulang ayam tersebut ke dalam panci yang lumayan besar dan dimasak dengan api kecil selama satu sampai dua jam agar rasa kaldunya terasa lebih enak. Dan supaya kaldu tidak terasa amis, saya menambahkan aneka bumbu seperti bawang bombay, daun bawang, daun seledri dan jahe. Untuk rasa asinnya, kami menaburkan garam himalaya saat akan dikonsumsi dalam keadaan panas.


Asyik kan? Selamat mencoba ya :-)

Salam sehat, sahabat-sahabat Dapur Srikandi.

Pada kesempatan menyapa kali ini, perkenankan kami kembali mengucapkan Selamat Tahun Baru 2017. Semoga tahun ini menjadi tahun yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Semoga tahun ini kita dapat berkomitmen untuk menjaga tubuh kita, satu-satunya kendaraan nyawa kita, dengan memberikan apa yang tubuh kita butuhkan, bukan apa yang hanya kita inginkan. Karena apa yang kita inginkan, belum tentu baik untuk tubuh kita. Dan sebaliknya, apa yang kita tidak inginkan, bisa jadi itulah yang sesungguhnya dibutuhkan oleh tubuh kita.

Bila sahabat-sahabat Dapur Srikandi perhatikan, kami sudah lama tidak memposting menu-menu Diet Mayo yang selama ini menghiasi timeline media sosial kami. Ya, karena saat ini kami sedang menemukan sebuah metode yang lebih menarik dan ampuh untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan dibandingkan Diet Mayo, yaitu pola hidup KETOFASTOSIS.

Sebelum kami melanjutkan, silakan lho bila teman-teman ingin mencari info lebih lengkap seputar KETOFASTOSIS yang merupakan gabungan dari  KETOGENIK dan FASTOSIS lewat aneka mesin pencari internet yang tersedia.

Secara umum yang kami pahami, KETOGENIK adalah pola hidup konsumsi TINGGI LEMAK, SEDANG PROTEIN dan RENDAH GULA/KARBO. Sedangkan FASTOSIS adalah berpuasa makan sampai pukul 12 siang setiap harinya. Ya, dua pola hidup ini yang sedang kami jalani dan sungguh kami dan sebagian orang-orang di sekitar kami yang menjalaninya mendapatkan manfaat yang luar biasa dari pola hidup ini. Bayangkan, bila bisa turun 5-10 kg dalam waktu 1 bulan dan tidak balik naik lagi, bukankah itu luar biasa? :D

Mengapa kami meninggalkan metode Diet Mayo? Karena berdasarkan pengalaman, teman-teman yang menjalani Diet Mayo selama 13 hari, setelah berat badan berkurang antara 4-5 kg, cenderung ‘balik modal’ karena pola makan yang makin lama kembali ke pola makan biasa. Sedangkan dalam KETOFASTOSIS, karena ini adalah pola makan yang dijalankan seumur hidup, maka berat badan kita akan tetap bertahan di kondisi idealnya selama kita terus konsisten menjalaninya.

Maka kepada sahabat-sahabat Dapur Srikandi yang terkasih, mulai hari ini dan seterusnya, kami akan berbagi hal-hal seputar pola hidup KETOFASTOSIS yang kami jalani seperti resep-resep pola makan KETOGENIK, testimoni sahabat-sahabat Dapur Srikandi yang menjalaninya, maupun hal-hal menarik terkait kesehatan yang dapat menginspirasi sahabat-sahabat semua.

Jadi, mari kita menjaga tubuh kita dengan sebaik-baiknya. Karena sehat adalah modal dan aset utama agar kita dapat berkarya berbuat kebaikan demi orang-orang yang kita sayangi.

Feel free bila ingin bertanya-tanya seputar KETOFASTOSIS yang kami jalani melalui inbox via email, fanpage maupun WA di 087-8888-524-74.

Semoga selalu sehat ya. Salam sehat :)